Ketika matahari dari hari yang melelahkan terbenam, desa Jangsan-ri, tempat senja pecah dengan indah di atas lumpur. Di pagi hari, saat fajar menyingsing, desa bersinar seperti matahari berkat cahaya dari ladang garam. Empat saudara perempuan tinggal di sana, menganggap tempat ini sebagai surga mereka sendiri meskipun sederhana. Ha-eun, si sulung dengan kepribadian kuat, merawat adik-adiknya menggantikan orang tua mereka. Seon-yeong, yang kedua, memiliki kepribadian yang sedikit kekanak-kanakan, berbeda dari kakak perempuannya, dan hanya bahagia berkat saudara-saudaranya. Min-hye, yang ketiga. Dan ayah Deok-bae, karena sisa-sisa kecelakaan mobil, selalu merasa bersalah kepada keluarganya. Dan di dalam perut ibu, ibu Soon-deok sedang bersiap untuk melahirkan si bungsu Sa-rang. Sang ibu, yang hamil tua, hari ini juga keluar dari pabrik kecambah kedelai, memikirkan senyum ceria anak-anak dan membiarkan keringat mengalir di dahinya.