Sumin menjalankan toko mi goreng instan di sudut gang yang terpencil. Dia hidup dengan baik sendirian, terkadang dingin, terkadang kesepian. Namun, Tae-woong membantu pengiriman dengan memakan mi goreng sebagai ganti biaya pengiriman, dan teman sekamar barunya, Yu-jeong, terus-menerus memasak makanan rumahan. Di bulan terakhir untuk melunasi utangnya, Sumin mendapati bahwa makanan rumahan yang dulu membuatnya tidak nyaman kini terasa lezat.