Menjelang 49 hari kematian ayah yang tewas dalam aksi unjuk rasa, seorang putra dan ibunya terisolasi di apartemen yang sedang direkonstruksi karena hujan deras yang terus menerus. Pada malam ketika langit mengamuk hebat, kecemasan mendorong sang ibu hingga ajal menjemput, dan saat air keruh perlahan memenuhi rumah, anak laki-laki itu memutuskan untuk melarikan diri bersama ibunya yang telah meninggal.