Kisah tentang kehilangan dan harapan para pemuda berusia dua puluhan yang menempuh jalan berbeda dari teman sebaya mereka. Usia dua puluhan ibarat kelereng: bisa pergi ke mana saja, namun kurang memiliki daya dorong untuk naik. Melalui film, mereka memahami kehidupan dan kehilangan, tumbuh dewasa, serta membentuk pandangan mereka tentang dunia.